Pendemo Bakal Lumpuhkan Hong Kong Hari Ini, 150 Penerbangan dibatalkan

Bandara Internasional Hong Kong, diberitakan membatalkan paling tidak 105 penerbangan pada hari ini, Senin (5/8) pagi menyusul adanya rencana para pendemo yang akan menggelar unjuk rasa di seluruh kota. 

Seratus Lima Penerbangan dibatalkan

Juru bicara bandara pasalnya memastikan bahwa para penumpang untuk kembali lagi memeriksa jadwal penerbangan mereka hari ini walaupun mereka tak memberikan penjelasan alasan pembatalan itu. Bandara Internasional Hong Kong adalah salah satu bandara paling sibuk di dunia, di mana sebagian besar penerbangan lintas benua melakukan singgah di bandara itu. 

“Otoritas bandara menyarankan para penumpang untuk memeriksa jadwal penerbangan dan informasi penerbangan baru pada maskapai. Penumpang-penumpang juga diimbau untuk datang ke bandara hanya ketika kursi dan juga waktu penerbangan yang terkonfirmasi tersedia,”ungkap pernyataan resmi dari Bandara Internasional Hong Kong dilansir dari CNN Indonesia. 

Selain pesawat, layaan lainnya misalnya kereta api bawah tanah pun mengalami dampak demonstrasi ini. Operator kereta api MRT Corp pasalnya mengumumkan penangguhan layanan lewat pusat seperti misalnya Causeway Bay dan juga Quarry Bay. Layanan kereta dari Kowloon Tong menuju ke stasiun di perbatasan Hong Kong-Cina pun diberitakan terganggu juga. 

Tidak cukup berunjuk rasa selama akhir pekan kemarin, bahkan para pendemo ini pun dikabarkan bakal kembali lagi melakukan protes besar-besaran di seluruh wilayah hari ini. Para demonstran ini pun bertekad untuk melumpuhkan seluruh Hong Kong yang mana notabene adalah pusat perekonomian di Asia. 

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam akhirnya menyatakan bahwa mereka akan mengadakan konferensi pers sekitar jam 10.00 waktu setempat sebagai upaya merespon situasi wilayahnya yang makin tak kondusif ini. Dilansir dari CNN Indonesia, unjuk rasa yang berlangsung selama akhir pekan itu berlangsung ricuh di mana aparat kepolisian sampai harus menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. 

Pemerintah Hong Kong menganggap bahwa protes kemarin sudah menggiring wilayah tersebut “ke situsasi yang amat berbahaya.” 

Polisi pasalnya telah memaparkan sudah menangkap sebanyak 44 orang terkait bentrokan yang terjadi selama akhir pekan lalu. 

Sebab Unjuk Rasa Besar-Besaran Hong Kong 

Jutaan orang juga telah dilaporkan sudah turun ke jalan sejak awal Juni lalu. Unjuk rasa tersebut pasalnya diawali dengan protes warga terkait dengan rancangan undang-undang ekstradisi yang mana memungkinkan tahanan Hong Kong diekstradisi ke China. 

Walaupun  pemerintah dan juga parlemen sudah membatalkan RUU tersebut, para pendemo itu tetap berunjuk rasa menuntut Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, untuk mundur. Para pendemo itu menutut otoritas Hong Kong memberikan kebebasan berekspresi dan juga membebaskan pendemo-pendemo yang ditahan. 

Tidak Cuma jalanan, demonstrasi pun berlangsung di depan kantor parlemen, terminal kedatangan Bandara Internasional Hong Kong sampai dengan Kantor Perhubungan dengan China. 

Selain aktivis, unjuk rasa ini juga diikuti oleh pegawai-pegawai negeri sipil sampai dengan asosiasi pramugari Hong Kong. Protes ini pasalnya telah membawa Hong Kong ke dalam sebuah krisis politik yang paling buruk sejak penyerahan kedaulatan atas wilayah tersebut dari Inggris pada Cina pada tahun 1997 silam. 

Setelah mengadakan unjuk rasa yang akhirnya ricuh selama akhir pekan ini demonstran-demonstran ini bertekad akan melumpuhkan Kawasan itu hari Senin (5/8) ini. Sejumlah penggerak massa sendiri mengatakan bahwa selama akhir pekan kemarin itu ada paling tidak 14 ribu orang yang telah menyatakan kesiapannya dalam aksi sipil yang berlangsung hari ini. 

Read More