Permintaan Maaf Bupati Solok dan Pengupayaannya Angkat Dokter Gigi Romi Sebagai PNS

Bupati Solok Selatan akhirnya buka suara atas kecaman warganet soal gagalnya dokter gigi yang memiliki disabilitas untuk diangkat jadi PNS. Ia akhirnya meminta maaf dan berjanji untuk mengupayakan pengangkatan drg. Romi untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) setelah kelulusannya dalam seleksi CPNS dianulir. 

Bupati Solok Minta Maaf dan Upayakan Pengangkatan drg. Romi Jadi PNS

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas permasalahan yang terjadi yang mungkin telah melukai hati masyarakat Indonesia khususnya kawan-kawan dari disabilitas,”ungkap Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, pada wartawan hari Senin (6/8) di Jakarta. 

Hal tersebut diutarakannya setelah menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia (Menpan RB), Syafruddin tepatnya di kantornya. Ia didampingi oleh anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka. 

“Ini adalah suatu pelajaran yang amat berharga bagi kami ke depannya lagi supaya tidak terlalu kaku dalam mengeluarkan suatu kebijakan dan ke depan kita kan lebih memperhatikan memprioritaskan rasa keadilan public dalam setiap kebijakan,” ungkapnya lagi. 

Di hadapan banyak wartawan, Muzni juga mengatakan bahwa ia akan mengupayakan pengangkatan dokter gigi Syofpa Ismaeli untuk jadi PNS. 

“Ya (dipastikan diterima), ini karena sudah dari Menpan,” sambungnya. 

Dikatakan juga bahwa sekarang ini ada satu formasi untuk calon pegawai negeri disabilitas yang belum terisi di Solok Selatan,” katanya lagi. 

“Memang di Solok Selatan khusus di formasi disabilitas kita ada 1 formasi yang mana belum terisi. Ini jadi dasar kita juga mengusulkan pada pemerintah pusat Kemenpan supaya formasi yang satu ini diisi untuk drg Romi,” lanjutnya. 

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk kepastian pengangkatan drg Romi sebagai Pegawai Negeri Sipil. 

Menurut dirinya, kepastian pengangkatan drg Romi ini sekarang Cuma menunggu proses saja. “Suratnya sudah kita antarkan, diterima langsung didampingi oleh Bu Rieke langsung. Menpan juga menyarankan langsung kita ke BKN untuk menindaklanjuti, sehingga kita bersabar semuanya menunggu prosesnya saja.”

Seperti yang ramai diperbincangkan bahwa sebelumnya drg Romi Syofpa Ismael melayangkan protes pada keputusan Pemkab Solok Selatan yang mana menganuli kelulusannya dalam seleksi CONS karena kondisi fisik yang dimilikinya. 

Didampingi langsung oleh pegiat LBH Padang, Romi mengatakan bahwa ia akan menggugat Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Barat juga jika mediasi dengan kementerian terkait persoalannya mengalami jalan buntu. Persoalan yang mana menumpa drg Romi ini menjadi sorotan masyarakat Indonesia dan juga warganet setelah menemui sejumlah kementerian di Jakarta. 

Ia berharap status kelulusan yang didapatkannya dalam tes penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dikembalikan. 

“Yang pertama itu, pemulihan hak-hak kembali lulus sebagai CPNS di Kabupaten Solok Selatan,”ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia bulan Juli lalu. Menurut dirinya, tungkai kakinya melemah karena ia mengalami paraplegia setelah melahirkan anak keduanya pada bulan Juli 2016. 

Paraplegia yang dialaminya itu terjadi karena adanya gangguan pada rangkaian sistem syaraf yang mana mengendalikan otot-otot anggota tubuhnya bagian bawah. Namun kondisi itu tak menghentikannya menjalankan profesinya menjadi dokter gigi yang telah dijalankannya sejak beberapa tahun sebelumnya.  Bahkan ia kembali membuka praktik menggunakan kursi roda di Puskesmas Talunan, Solok Selatan dengan status tenaga harian lepas. Menurut dirinya, kondisi tersebut membuatnya harus terduduk di atas kursi roda namun tak menghalanginya menjalankan tugas mulianya karena alatnya sudah canggih

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*