Walmart Tetap Buka Meski Jadi Lokasi 2 Penembakan

Perusahaan raksasa retil Walmart pasalnya tetap memutuskan mereka akan tetap menjual senjata dan juga amunisinya walaupun sejumlah gerainya di Amerika Serikat jadi lokasi dua penembakan yang terpisah dalam sepekan terakhir ini. 

Walmart Tetap Buka Gerainya

“Kami tetap akan focus untuk mendukung rekanan kami, pelanggan kami, dan juga seluruh komunitas El Paso,” ungkap juru bicara Walmart, Randy Hargrove yang dilansir dari CNN Indonesia, Senin (5/8). 

Pernyataan itu pasalnya diutarakannya menyusul adanya desakan beberapa pihak supaya Walmart menghentikan penjualan senjata setelah adanya insiden penembakan yang mana terjadi di sebuah gerai Walmart yang terletak di Texas hari Sabtu (3/8) lalu. Insiden tersebut pasalnya menewaskan 20 orang dan 26 orang lainnya luka-luka. 

Diketahui bahwa 4 hari sebelumnya penempakan juga terjadi di salah satu cabang Walmart yang terletak di Missisipi sampai menyebabkan 2 orang pegawainya tewas dan seorang petugas polisi luka-luka. 

Doug McMillon, CEO Walmart, mengunggah pernyataan belasungkawanya di Instagram terkait dengan 2 insiden penembakan itu. Ia mengatakan bahwa ia “tidak percaya” bahwa penembakan di El Paso tersebut adalah kedua kalinya terjadi di toko miliknya dalam sepekan terakhir ini, 

“Hati saya sangat sakit melihat komunitas di El Paso, khususnya kolega dan juga pelanggan di toko 2201 dan juga keluarga para korban. Saya berdoa untuk mereka dan saya juga berharap semua orang mau bergabung dengan saya untuk mendoakan mereka semua,” katanya. 

Lewat Twitter, Walmart pasalnya juga mengecam penembakan yang terjadi di El Paso dengan menuturkan bahwa perusahaan mereka merasa “shock” dengan tragedy ini. Banyak warganet di platform itu juga mendesak supaya perusahaan itu menghentikan penjualan senjata ketika menjawab pernyataan Walmart tersebut. 

Walmart sendiri adalah pusat perbelanjaan yang menjual segala macam barang kebutuhan mulai dari makanan-makanan pokok, elektronik, baju, alat olahraga, produk kecantikan, sampai dengan persenjataan dengan amunisi-amunisinya. 

Sam Walton yang merupakan pendiri Walmart memang seorang yang menyukai senjata. Salah satu oerusahaan manufaktur senjata AS, Remington, malahan menamakan sebuah senapan berburu model paling anyarnya dengan nama Walton. Walmart bahkan sudah beberapa kali mengubah kebijakan penjualan senjatanya tentang insiden penembakan yang terjadi di AS. Di tahun 1993 misalnya, perusahaan tersebut sempat menangguhkan penjualan pistol karena adanya insiden penggunaan pistol yang menyebabkan kejadian naas. 

Di tahun 2015 lalu, perusahaan retail raksasa itu pun menghentikan penjualan senapan semi otomatis. Dan pada bulan Februari 2018 lalu, Walmart juga menaikkan usia minimum untuk membeli senapan dan juga amunisinya menjadi minimal 21 tahun karena adanya penembakan massal yang terjadi di Parkland, Florida, yang mana saat itu menewaskan sebanyak 17 orang. 

“Selain itu, Walmart pun menerapkan serangkaian aturan hukum federal yang mana mewajibkan semua pelanggannya untuk lulus pemeriksaan latar belakang sebelum membeli senjata api apa pun,” begitu lah ucap Hargrove dikutip dari CNN Indonesia. 

Ia pun menegaskan bahwa seluruh karyawan baru Walmart pun mesti menyelesaikan program pelatihan penembak aktif selama 4 kali dalam setahun. 

Seperti yang diberitakan saat ini aparat Amerika Serikat menyelidiki penembakan yang terjadi di El Paso, yang mana menewaskan kurang lebih 29 orang di akhir pekan lalu sebagai terorisme domestic. “Kami akan melakukan apa yang biasanya kami lakukan pada teroris du negara ini yang harus disertai dengan proses peradilan yang pasti,” ungkap jaksa Texas John Bash dikutip dari CNN Indonesia.  

Read More